Helm dari Kulit Manusia

Helm dari bahan fiber dan resin? itumah biasa. Helm dengan membran elastis dan pelumas, itu baru luar biasa.

Takbisa dipungkiri bahwa menggunakan helm jauh lebih baik dari pada tidak sama-sekali. Bahkan helm kini merupakan perlengkapan standar berkendara yang haru dipenuhi para biker. Bahkan penggunaan dan standarisasi helm kini diatur dalam undang-undang lalu lintas. Tak hanya di Indonesia, hampir diseluruh dunia telah memberlakukan hal serupa.

Meski demikian, efek fatal kecelakaan meski telah menggunakan helm masih banyak terjadi, terutama untuk melindungi kepala dari beban puntir saat kecelakaan atau sering disebut intracerebral.

Intracerebral sering terjadi ketika biker terjatuh. Saat kepala membentur badan jalan, trotoar dan benda lain yang bersifat keras dan kokoh dapat membuat kepala ikut berputar bersama helm. Saat kondisi ini terjadi, otak tak mampu beradaptasi ketika tengkorak kepala terpuntir. Pasalnya pergeseran ini terjadi sangat cepat dan singkat, hanya dalam hitungan milidetik.

Hal itulah yang mengakibatkan kemungkinan terjadinya pergeseran saraf dan pembuluh darah. Hal ini sangat berpotensi menjadikan biker menderita cacat atau bahkan kematian.

Berdasarkan kondisi ini, produsen helm berlebel Lazer mengembangkan sebuah teknologi pada helm untuk memperkecil dampak intracerebral pada biker. Lazer mengkalaim bahwa helm nya mempu memberikan pencegahan hingga 70 persen.

Lazer Helmets didisain dengan lapisan permukaan luar yang lentur dan elastis layaknya kulit manusia. Adalah SuperSkin, material pelapis bagian luar helm yang berupa membran elastis. Sementara pada bagian dalamnya disuntikan cairan semacam pelumas yang berfungsi untuk melawan efek puntir saat terjadi benturan keras.

Dengan disain ini, setidaknya cedera akibat efek beban puntir pada tengkorak akan tereliminir karena telah tereduksi oleh pergerakan kulit luar helm. Singkatnya, ketika terjadi benturan seperti cerita di atas, maka efek putaran tengkorak akan tereliminir karena telah tereduksi oleh pergerakkan ‘kulit luar helm’.

Hal ini tentu menimbulkan banyak pertanyaan “Apakah alat ini benar-benar bekerja secara efektif?”. Philips Helmets Limited, sebuah perusahaan Inggris yang membuat Lazer Helmets, telah melakukan riset selama 15 tahun untuk temuannya tersebut.

Bahkan untuk mendapatkan pembuktian hasil research nya, mereka mengirim hasil karya mereka ke Universitas Louis Pasteur Strasbourg untuk pengujian independen. Hasilnya, Lazer Helmets mampu mengurangi 67,5 persen terjadinya intracerebral.

About Go Jay
Motivator Diri Sendiri

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: