Larangan Motor Gunakan BBM Bersubsidi : Yamaha Minta Pemerintah Meninjau Ulang

Disela-sela acara Yamaha Fun Touring Bali pada 29 – 30 Mei 2010 kemarin, timbul percakapan antara peserta yang merupakan kalangan media, blogger dan komunitas dengan Presiden Direktur PT YMKI, Dyonisius Beti.

Beragam topik pembicaraan muncul kepermukaan saat itu, khususnya masalah produk skuter matik terbarunya, Yamaha Xeon. Mulai dari penjualan, teknologi, performa, handling sampai trend motor retro.

Yang menarik, muncul percakapan tentang masalah yang kini menjadi perdebatan banyak kalangan, khususnya pengguna motor. Karena pemerintah berencana melarang motor untuk menggunakan bensin bersubsidi.

Kata pihak Yamaha, pelarangan motor menggunakan bensin bersubsidi ini dinilai kurang tepat. Pasalnya pengguna motor mayoritas adalah kalangan menengah kebawah. Jadi jika rencana itu benar-benar dijalankan tak menutup kemungkinan akan menambah kesulitan bagi mereka.

Pada dasarnya, pihak YMKI akan mengikuti peraturan pemerinta. Jika memang rencana itu benar-benar dilakukan, YMKI jelas akan mendukung langkah pemerintah. Namun, ada baiknya pemerintah meninjau lebih jauh dampak yang akan terjadi dan siapkan transportasi alternatif bagi masyarakat.

“Masyarakat memilih motor karena dinilai lebih efisien, hemat waktu dan biaya. Transportasi umum yang ada saat ini dinilai masyarakat belum bisa memenuhi keinginan masyarakat, yakni aman, nyaman dan cepat,” kata Pak Dyonisius.

Ungkapan YMKI memang benar. Yah, penulis pikir kalo transportasi di Indonesia bisa berjalan kayak di negara tetangga, Singapore, pasti masyarakat akan memilih menggunakan transportasi umum. Lah, orang naik bus way aja sering telat karena kejebak macet. Apa lagi bis yang naiknya sampe gelantungan dan kalo belum penuh belum mau jalan. Yah mending naik motor.. tinggal greeenggg,,, kiiikkkk… nyampe. Hemat waktu, hemat uang.

Kendati pihak Yamaha akan mendukung peraturan pemerintah tersebut jika benar-benar dijalankan, Yamaha tak menyangkal akan adanya dampak pada sektor penjualan motor yang akan menurun. Tapi itu bukan masalah yang sangat penting untuk saat ini.

“Penurunan penjualan jelas ada, tapi hanya pada kebutuhan motor yang berbeda saja nantinya,”

Tapi, kalau saya pribadi (rebornes), meskipun peraturan ini dijalankan pemerintah, saya akan tetap naik motor. Jelas enakan naik motor kemana-mana, aman, nyaman, cepat dan hemat. Meski akan ada penambahan biaya bahan bakar.

Dari pada harus was-was di todong, dipalak, dijambret orang di bis atau kereta, mending naik motor. Belum lagi deg-degan dan gelisah karena bis terjebak macet.

Cuma yang jadi pikiran, gimana nasib mereka yang bisa dikatakan untuk urusan makan hari ini ya makan aja apa yang bisa dibeli hari ini, untuk besok, tinggal gimana besok. Bisa makan syukur, gak bisa makan ya ancuur..

Pasalnya, peraturan ini akan berdampak pada banyak sektor. Sudah pasti transportasi akan menaikkan biaya atau tarif nya. Terutama tukang ojek motor. Masa motor ojek minumnya pertamax, kayak orang kelebihan duit aja.. kalo bisa pake minyak goreng bekas, diisi minyak goreng bekas tuh motor biar bisa hemat. Eehhhh malah dusuruh pake Pertamax yang notabene buat motor-motor berkompresi tinggi. Yaitu motornya orang-orang berduit.

Jadi saya sebagai penulis mohon kepada pemerintah, untuk mengkaji ulang urusan pelarangan menggunakan bensin bersubsidi. Siapa sesunggunya yang pantas menggunakannya dan siapa yang tak pantas mendapatkannya.

Udah jelas bersubsidi, berarti kan buat kalangan yang berpenghasilan rendah. Lah, ini yang ngantri di SPBU premium kok Mercy, Cherooke, BMW, Land Rover yang kayaknya lagi gak punya duit buat beli pertamax dan pertamax plus.

About Go Jay
Motivator Diri Sendiri

One Response to Larangan Motor Gunakan BBM Bersubsidi : Yamaha Minta Pemerintah Meninjau Ulang

  1. yamaha sok memihak orang bawah.

    coba mindset diubah dulu.

    root cause alias sebab inti adalah transportasi massal yang gak nyaman, gak aman dan mahal.

    dari sinilah segala ATPM motor mengambil untung dan (mungkin) memelihara segala kesemrawutan transportasi massal untuk menjaga agar untungnya selalu bertambah.

    jadi tak usahlah bicara nasib tukang ojek dan perbedaan orang miskin dan kaya kalau masih setia jualan bebek dan itik.

    kalau mau lihat singapura, di sana motor jadi kendaraan hobby dan liburan, bukan jadi transportasi harian.

    urusan BBM bersubsidi, pemerintah juga kurang tepat. pencabutan subsidi tanpa membereskan transportasi massal cuma akan jadi pepesan kosong aja.

    beresin dulu transportasi massal baru cabut subsidi BBM sekalian kurangi produksi motor. biar jalanan tambah lega.

    dan kita gak tambah memperkaya Jepang..penjajahan terselubung itu namanya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: