JMCS Kurang Greget

Perhelatan akbar Jakarta Motorcycle Show 2010 (JMCS) yang dinobatkan sebagai pemeran motor terbesar tahun 2010 ini seperti kehilangan greget.

Bahkan jika dibandingkan dengan gelaran yang sama tahun 2008 silam, gelaran tahun 2010 ini terlihat biasa-biasa saja. Nyaris tak ada kejutan-kejutan yang dihadirkan oleh setiap peserta pameran.

Produk yang ditampilkan mayoritas adalah produk yang telah ada dipasar, hanya sebagian ATPM saja yang memajang motor konsep ramah lingkungan dengan teknologi terkini.

Tag line Safety Riding and Eco Friendly yang diusung pun seperti tak terwujud dalam gelaran ini.

Sebagai pameran motor terbesar, JMCS harusnya bisa menyuguhkan sesuatu yang menjadi keunggulan setiap pabrikan dalam menciptakan produk-produk masa depan dengan teknologi yang ramah lingkungan. Bukan menjadikan ajang pameran ini hanya sebagai sarana jualan semata, tapi mampu menunjukkan kemajuan teknologi masa depan sebagai wujud tanggung jawab perusahaan kepada lingkungan.

Terlihat hanya Yamaha yang banyak memamerkan produk ramah lingkungan dengan teknologi listrik nya. TVS sebagai pendatang baru berusaha mewujudkan tag line eco friendly melalui QUBE 2.0. Suzuki hanya memamerkan satu motor listrik, itu pun khusus untuk manula dengan desain seperti mobil kecil.

Sementara Honda, Bajaj dan Kawasaki lebih banyak memamerkan motor-motor ber cc besar.

Lantas bagaimana dengan kalimat tag line Safety Riding?

Ini pun nyaris tak terwujud. Aktivitas kampanye safety riding yang digelar di luar JCC melalui pelatihan langsung seperti sepi peminat. Pengunjung lebih suka menjajal motor baru ketimbang mengikuti dan memahami arti safety riding itu sendiri.

Berbeda dengan gelaran tahun 2008 silam dimana dalam arena pameran di JCC, panitia menghadirkan Taman Lalu Lintas Anak dan Kidz Zone. Kedua kegiatan yang dilaksanakan di dalam JCC tersebut mengajarkan disiplin berlalu lintas sejak usia dini.

Menurut saya pribadi, penyelenggara dan AISI gagal memancing animo masyarakat untuk turut serta dalam pelatihan safety riding yang diadakan pada tahun ini. CMIIW.

Disini panitia dan AISI punya PR besar untuk membangkitkan semangat masyarakat untuk turut andil dalam kampanye safety riding, baik dalam aktivitas bersamaan dengan pameran JMCS ini atau diluar JMCS.

Lantas satu hal pula yang kiranya perlu menjadi perhatian panitia dan AISI. Indonesia merupakan negara dengan masyarakat yang konsumtif cukup besar, harusnya pameran ini bisa menarik perhatian masyarakat untuk datang dan menyaksikan kekuatan industri otomotif di Indonesia.

Karena salah satu indikasi suksesnya pameran JMCS ini adalah jumlah pengunjung yang membludak setiap harinya.

Beruntung, panitia cukup jeli menempatkan pameran JMCS ini bersamaan dengan pameran komputer dan gatged, Indocomtech, Sehingga pengunjung yang datang cukup banyak karena memberlakukan satu tiket masuk untuk semua pameran.

Bisa dibayangkan, jika JMCS ini hanya berdiri sendiri tanpa ada pameran komputer yang berlangsung bersamaan, bukan mustahil pengunjung bisa berlari-lari diarena pameran sambil menyaksikan motor yang dipajang ATPM.

About Go Jay
Motivator Diri Sendiri

One Response to JMCS Kurang Greget

  1. Cupsslank says:

    Setuju..
    Mnurut saya, lokasi safety riding trsbut trlalu jauh dr pengunjung. Bahkan sy jg kmaren datang ksana, lngsung trhipnotis dngan pameran/ acara yg ada d in door.
    Td’y sy brtujuan pengin mngikuti platihan safety riding untuk prtama kali’y + skalian test ride produk2 baru.😦
    tp yah itu td, pengelola acara jg tampak mnghiraukan tujuan dr tema yg dbuat’y trsebut.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: