Desa Gunung Batu Jonggol

Ironis memang, ketika kita memandang sebuah gedung bertingkat berdiri dengan angkuhnya tapi di sekitarnya berdiri pemukinam kumuh. Tak perlu disebutkan dimana, tapi saya yakin Anda pernah melihat sambil menggelengkan kepala.

Belum lama saya diajak salah satu pabrikan motor untuk memasuki sebuah pemukiman di kawasan Jonggol Jawa Barat. Desa yang sebenarnya tak jauh dari kota besar seperti Jakarta dan Bogor, namun harus ditempuh dengan kendaraan roda empat selama dua jam perjalanan dari gerbang tol Citeureup.

Desa Gunung Batu. Ya, sebuah pemukinam yang dihuni sekitar 50 kepala keluarga ini begitu indah. Sejauh mata memandang, hamparan hijau pepohonan dan  perbukitan mengelilingi desa itu.

Tapi, dibalik keindahan pemandangan dari desa itu, tersimpan cerita memprihatinkan warga yang tinggal di dalamnya. 9 dari 50 kepala keluarga masih hidup dibawah garis kemiskinan.

Rumah mereka masih banyak yang dindingnya hanya terbuat dari bilik bambu dengan lantai tanah. Tiang penyanggah dan bilik bagian bawah yang menyentuh tanah sudah terlihat rapuh dan keropos.

Untuk bertahan hidup, mereka hanya mengandalkan penghasilan dari berkebun dan menggarap tanah milik orang lain yang berada di sekitar pemukiman tersebut. Tanah itu sudah jelas milik bangsawan-bangsawan dari Jakarta. Tapi ada juga dari mereka yang bekerja dan menetap di Jakarta dan kembali setiap seminggu sampai sebulan sekali.

Yang lebih memprihatinkan, desa yang terlihat hijau itu justeru selalu kesulitan air bersih. Jangankan musim kemarau, musim hujan pun kadang mereka kesulitan untuk mendapatkan air bersih. Takpelak, air sumur yang warnanya agak kecokelatan digunakan bersama untuk kebutuhan MCK (Mandi, Cuci Kakus).

Melihat kondisi ini, beberapa perwakilan dari kominitas bikers yang dimotori oleh Yamaha melalui Komunitas Peduli Negeri, melakukan bakti sosial untuk membantu mereka. Bantuan senilai Rp 300 juta itu, diberikan kepada warga sekitar dan sebagian dana digunakan untuk membangun fasilitas umum seperti mushollah dan saluran air bersih untuk MCK.

Namun yang jadi pertanyaan saya, bagaimana kedepannya. Sebesar apa pun angka bantuan yang diberikan, tapi jika mereka tidak dibekali dengan ilmu keterampilan yang cukup untuk bekerja mencari nafkah?

Di sini Komunitas Peduli Negeri mengajak para biker untuk memberikan sumbangsihnya kepada masyarakat Desa Gunung Batu untuk bisa membantu mereka. Diharapkan, kedepan jalur ini juga digunakan sebagai shelter jalur toring.

About Go Jay
Motivator Diri Sendiri

3 Responses to Desa Gunung Batu Jonggol

  1. Alexander Simaremare says:

    mantap. pahalanya gede tuh🙂

  2. AGUSSILWANA says:

    Terasa berbeda suasana desa tempat tinggal leluhurku. Desa yang dulu ramah dan bersahaja dengan dereretan rumah panggungnya, kini semuanya terkikis oleh gemerlapnya budaya Metropolitan dan materialisme. Semuanya diukur oleh harta dan kekayaan yg bersifat duniawi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: