4 Komponen Utama E-Commerce Sudah Siap, Sekarang Saatnya Brand Hadir Di E-Commerce

E-Commerce

Bill Gates pernah mengatakan, “Bila bisnis Anda tidak hadir di dunia Internet, maka Anda akan kehilangan bisnis Anda.” Dan sekarang hampir semua brand besar dan kecil hadir di internet. Seiring perkembangannya, internet pun kini jadi media untuk ekspansi pasar dengan membuat gerai-gerai online atau disebut e-commerce di samping melalui penambahan gerai yang tersebar di shopping center.

Di Indonesia, e-commerce diibaratkan seperti supermarket atau pasar swalayan saat pertama kali hadir di Indonesia, masyarakat masih meraba dengan pola belanja mengambil barang belanjaan sendiri dan mengantri saat membayar. Begitu juga e-commerce, kini masyarakat sedang belajar belanja tanpa harus datang ke gerai atau toko, tanpa melihat langsung produknya dan belajar membayar hanya dengan mengetikkan jumlah rupiah yang harus dibayarkan.

Dalam seminar yang diadakan Virtual Consulting pada 7 Februari 2013 kemarin bertajuk ‘E-Commerce for Brands, It’s Time,” di Letris Room-Mezzanine Floor Hotel Mulia Jakarta, CEO Virtual Consulting Iim Fahima Jachja, menekankan sekarang adalah saatnya brand besar harus masuk e-commerce.

Mengapa sekarang brand harus masuk e-commerce? Ada empat alasan yang membuat brand besar harus masuk atau punya e-commerce sendiri:

e-commerce-website-development1. Pasarnya Sudah Siap

Meski di Indonesia e-commerce adalah sesuatu yang baru, namun komponen pendukung untuk melakukan transaksi atau belanja di internet sudah tersedia. Dan sebagian besar masyarakat yang kenal internet sudah pernah melakukan transaksi atau belanja di internet.

6% dari pengguna internet pernah belanja online dengan rata-rata transaksi Rp 150.000 – Rp 300.000 per transaksi per orang. Angka ini diprediksi akan meledak hingga tiga kali lipat pada 2015 mendatang.

e-commerce-website2. Insfrastruktur Membangun eCommerce Sudah Tersedia

Saat ini solusi untuk membangun ecommerce khusunya untuk kelas enterprise sudah siap, sudah banyak platform yang tersedia untuk membangun e-commerce secara  cepat dan handal untuk kelas enterprise.

Selain itu, aplikasi pendukung untuk memantau atau analitik untuk menganalisa perilaku belanja online masing-masing pembeli online  pun sudah tersedia. Demikian pula inftrastuktur berbasis cloud kelas enterprise sudah tersedia di Indonesia.

commerceBbCe3. Payment Gateway

E-commerce memang tidak mengharuskan pembayaran online. Pemesanan online yang kemudian pembayarannya offline juga bisa disebut e-commerce. Namun, dengan pembayaran langsung secara online, baik via Internet banking, kartu kredit, maupun e-wallet akan semakin mempermudah belanja online. Sekaligus mempermudah pemilik e-commerce untuk melayani dan mengelola pembelinya. Sebagai contoh, pembayaran offline kadang membuat pembelinya lupa transfer dan order onlinenya menggantung di web selamanya. Jika dengan kartu kredit misalnya, pembayaran langsung diproses seketika.

Saat ini sudah banyak  payment gateway yang bagus dengan fee yang terjangkau untuk para pemilik e-commerce.

ecommerce44. Distribusi

Yang tak kalah penting adalah masalah distribusi. Indonesia yang merupakan negara kepulauan jadi sangat penting untuk memilih perusahaan ekspedisi yang tepat untuk membantu proses pengiriman ke tangan konsumen. Karena pengiriman juga manjadi salah satu tolok ukur tingkat kepuasan pelayanan bagi konsumen.

Sekarang ini sudah banyak perusahaan ekspedisi yang siap mendistribusiakan produk yang dipasarkan melalui e-commerce, mulai dari produk fashion, elektronik hingga makanan. Bahkan yang luarbiasa, perusahan ekpedisi itu sekarang bisa melayani pengirimanmakanan kurang dari 24 jam. Jadi makanan yang dipesan di internet dan akan tiba di tangan pemesan dalam kondisi masih fresh.

Empat komponen utama e-commerce sudah siap, dan saatnya brand besar hadir di e-commerce.

Tingginya pengguna internet mobile juga menjadi salah satu faktor pendukung perkembangan e-commerce. Tahun 2011 lalu, Microsoft Tag Mobile Marketing mengatakan kalau tahun 2014 mendatang akan ada lebih banyak pengguna internet mobile dari pada pengguna desktop dan laptop. Dan sekarang mulai terbukti dengan tingginya penjualan telepon pintar dan tablet seiring peningkatan pelayanan penyedia internet. Jumlah pengguna internet kini sudah mencapai lebih dari 61 juta pengguna, dan 95%  mengakses melalui seluler dan 20% merupakan pengguna telepon pintar. Dan pada 2015 mendatang, total pengguna internet ditaksir akan mencapai tiga kali lipat dari tahun ini.
Nah, dengan siapnya pasar, tersedianya solusi dan infrastruktur, payment gateway, serta jasa distribusi, apa lagi yang harus ditunggu para pemilik brand besar untuk masuk e-Commerce? “Inilah saatnya brand-brand besar ikut menikmati kue e-commerce yang sangat besar,” kata Iim Fahima saat seminar E-Commerce for Brand, It’s Time berlangsung.

About Go Jay
Motivator Diri Sendiri

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: