MotoGP Aragon: Marquez Juara, Lorenzo Kecewa, Pedrosa Menderita

Seleberasi Marc Marquez GP AragonUsaha Lorenzo untuk membuat jarak sejak awal balapan sia-sia. Meski dia sempat memisahkan diri dari Marc Marquez dan Dani Pedrosa hingga lebih dari 0.8 detik, tapi mesin RC213 tunggangan duo Honda itu emang kenceng banget.

Meski duo Honda sempat terlibat duel yang mestinya memberi keuntungan bagi Lorenzo untuk membuat gap lebih besar, justru membuat Dani Pedrosa dan Marquez semakin dekat dan terus mendekat.

Lorenzo memang harus menang untuk memangkas jarak poinnya dengan Marquez. Tujuannya jelas untuk kembali merebut gelar juara dunia. Tapi si anak ajaib itu tak mudah untuk dikalahkan. Dia nggak pernah menyerah dan tak akan pernah menyerah. Dengan gaya balapnya yang gelantungan di RC213V nya, dia selalu pede membejak throttle hingga limit.

Seperti janji Marquez bahwa dia akan balapan santai di awal dan geber kemudian jelang akhir. Marqurez pun dilewati Pedrosa di lap 6. Tapi rupanya rasa ikhlas itu sudah untuk diterapkan saat posisinya tergusur ke posisi tiga dan Lorenzo semakin jauh di depan. Marquez pun mulai mainkan gaya agresif khasnya. Dia terus menempel Dani Pedrosa yang punya target menang di sirkuit Aragon.

Berhasil melewati Marquez memberi angin segar bagi Dani. Peluangnya untuk menang terbuka lebar karena jaraknya dengan Lorenzo tak terlalu jauh, hanya kurang dari 0.7 detik. Tapi si anak ajaib yang memang punya target bikin rekor jadi juara dunia kelas premier di usia muda, di musim perdana, dan di..di..di.. lainnya, tak rela menyerahkan posisinya begitu saja.

Jelang memasuki tikungan ke-12 di lap 7, Marquez melakukan pengereman bukan di titik pengereman yang dilakukan Dani. Dia sedikit terlambat untuk menarik tuas remnya. Dia menempel Dani dari sisi luar saat masuk tikungan 12. Telat mengerem, motor Marquez menyenggol lengan ayun motor Dani saat masuk tikungan 12. Sadar akan membayakan dan merugikan Dani, dirinya dan tim nya, Marc langsung mengangkat sudut kemiringan motornya dan keluar lintaran.

Marc Marquez dan Pedrosa JatuhSial bagi Dani, bersamaan dengan senggolan itu, kabel traction control ban belakangnya putus. Traksi pun hilang. Saat akan keluar tikungan adalah saat yang tepat untuk pembalap kembali membuka throttle untuk mendapatkan momen tenaga yang tergantung saat motor merebah di tikungan. Karena control traksi hilang, tenaga yang disalurkan mesin ke roda belakang tak terkontrol oleh sensor yang gagal bekerja mengatur traksi ban belakang. Ban belakang pun kehilangan traksi. Dan Bangggg. Dani Pedrosa pun alami highside. Dia terbang tinggi dan terbanting keras di aspal.

Sesaat setelah tubuhnya terbanting dan terseret, Valentino Rossi, Alvaro Bautisa dan Stefan Bradle lewat di sebelah motornya yang celentang di tengah-tengah lintasan. Dani pun dilarikan ke pusat medis untuk menjalani pemeriksaan. Beruntung dia tak alami cedera serius. “Untungnya fisik ane nggak apa-apa bro,” kata Pedrosa. “Ane alami tekana keras di pinggul dan selangkangan saat terbanting. Tapi untungnya ane nggak sampe cedera serius. Soalnya itu kecelakaan yang lumayan keras, broo.”

“Jadi begini.. Marc ngebut terlalu lebar saat masuk tikungan dan dia menyenggol ane dari sisi luar. Ane pun terbang saat ane membuka gas waktu mau keluar tikungan itu. Setelah itu mekanik ane bilang kalau kabel control traksinya putus akibat senggolan itu.”

Insiden itu pun diinvestigasi, diselidiki oleh tim Race Direction [RD], apakah ada unsur pelanggaran atau tidak oleh Marc. Tapi Dani sudah kecewa berat. Soalnya, apapun keputusan yang akan diambil oleh RD apakah Marc bersalah atau kena penalty, Dani tetap nggak dapat poin. “Apapun keputusan RD, tetap saja aku tak akan dapat poin,” curhat Pedrosa.

Kalau kata manajer tim Livio Suppo, Dani bukan cuma kesakitan tapi juga sangat kecewa. “Marc itu tidak bodoh. Dia tau kalau sebuah senggolan saja berarti masalah besar buat dirinya. Dia tak sengaja melakukan itu. Sayangnya hal semacam ini terjadi. Dani menderita, tapi lebih dari itu dia sangat-sangat kecewa. Aku sangat paham itu,” kata Suppo.

Marc Marquez Overtake LorenzoLepas insiden itu, Marc melaju dari sisi luar untuk mengejar Lorenzo yang sudah 0.7 detik di depan. Marquez terus menggeber RC213V nya sambil gelantungan saat masuk tikungan. Dan puncaknya pada lap ke-13. Marc berhasil melewati Lorenzo. “Seperti biasa bro, taktik ane kabur sejak awal balapan seperti yang ane lakukan di balapan-balapan sebelumnya untuk buat jarak dengan pembalap lain. Ane bisa bikin gap 1 detik di awal. Tapi Marc sangat cepat.,” kata Lorenzo.

“Saat dia sangat dekat dengan ane, ane menutup throttle, ane coba hemat energy samapi jelang akhir; kemudian dia melewati ane dan berusaha menjauh. Ane berusaha sebisa ane untuk menangkap dia kembali tapi sayang itu nggak memungkinkan.”

Marc pun berhasil meraih kemenangan keenamnya di kelas premier. Kemenangan Marc jelas mengecewakan bagi Lorenzo. Selain gagal cetak hattrick kemenangan, poinnya juga jadi semakin jauh. Sekarang Marc memimpin dengan 39 poin di puncak. Sementara balapan masih menyisakan 4 seri lagi, Sepang, Philip Island, Motegi dan Valencia.

“Nggak ada alasan, Marc cepet banget. Kami harus mengucapkan selamat buat dia dan sekarang kami berfikir untuk balapan selanjutnya.” “Kejuaraan sekarang jadi lebih sulit dibanding sebelumnya tapi kami akan bertarung sampai tetes darah penghabisan. Kami akan berusaha untuk menang sebanyak mungkin,” janji Lorenzo.

 

About Go Jay
Motivator Diri Sendiri

One Response to MotoGP Aragon: Marquez Juara, Lorenzo Kecewa, Pedrosa Menderita

  1. Pingback: Kabel Traction Control RC213V Pedrosa Putus Kayak Gini | GojayLicious

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: