Seandainya Fisik Pembalap Indonesia di Moto2 Bagus, Yakin Bisa Nangkring di 15 atau 10 Besar

Melihat Moto2 seri Phillip Island kemarin, saya cukup senang bisa lihat pembalap Indonesia ada di posisi 15 dan 20. Setidaknya nggak jadi juru kunci melulu lah di setiap balapan. Berbeda dengan beberapa seri sebelumnya dimana Rafid Topan Sucipto sering banget jadi juru kunci, baik di balapan maupun latihan bebas.

Tapi beneran deh, surprise banget ngeliat Doni Tata dan Rafid Topan bisa nangking di poisisi 15 dan 16 di balapan Phillip Island kemarin. Topan start dari posisi 23 24 dan Doni dari 24 25. Keduanya bisa merangsek ke barisan tengah.

Yang lumayan bagus, Doni Tata, dia bisa terus naik dan bertahan di posisi 15 sampai balapan usai. Tapi sayang banget Rafid Topan harus kehilangan posisi 16 setelah balapan menyisakan 5 lap lagi.

Awalnya sempat terkagum-kagum dan sangat kagum melihat Topan bisa merangsek ke barisan tengah. Kalau sama Doni sih memang sudah seharusnya. Secara dia lebih senior dan sudah pernah ikutan balapan internasional itu.

Tapi kekaguman saya secara drastic berubah jadi harap dan doa setelah menyadari kalau balapan hanya tinggal 7 lap saja. Gara-gara ban cepat over heat setelah sirkuit pinggir laut itu ganti aspal baru, Race Direction memutuskan memangkas jumlah lap karena ban tidak tahan dipakai lebih dari 15 lap. Atau akibatnya akan fatal bagi pembalap].

Saat saya melihat balapan tinggal 7 lap lagi padahal balapan baru saja dimulai, saya baru sadar kalau balapan cuma 13 lap. Sontak saat itu sayang langsung berdoa supaya Topan bisa mempertahankan posisinya dan fisiknya nggak kelelahan. Soalnya kalau sudah kelelahan, sudah pasti performa pembalap akan melorot, balapan jadi nggak konsen.

Dan benar saja, setelah dilewati Doni Tata yang masuk posisi 15, Topan nggak bisa mempertahankan posisinya. Dari live timing, saya langsung bisa menebak kalau Topan mulai kehilangan performa fisiknya. Posisi 16 pun terus tergerus. Topan perlahan turun ke posisi 17, terus ke 18, terus 19 dan terus 20.

Saat Topan turun ke posisi 20, saya langsung harap-harap cemas semoga Topan bisa bertahan. Karena pembalap di belakangnya sudah mulai mendekat. Dan beruntung, Topan bertahan di pisisi 20 sampai bendera finish dikibarkan. Dia bisa finish dengan selisih 37-an detik saja di belakang juara Moto2. Biasanya, Topan selalu tertinggal 1 lap. Dan seri Phillip Island jadi hasil terbaik Topan sepanjang debutnya di Moto2.

Meski hanya menonton dan tak menanyakan langsung kepada pembalap itu, saya pikir kalau masalah melorotnya Topan karena performa fisiknya. Karena balapan macam itu jelas capek banget dan sangat menguras energy. CMIIW..  Apalagi ini kali pertama Topan main di Moto2 dengan atmosphere yang sangat-sangat berbeda dari balapan-balapan yang pernah dia jalani.

Jadi seandainya kondisi fisik Topan bisa bagus dan bertahan sampai akhir, yakin daah, pembalap Indonesia bisa nangkring di 15 besar.

About Go Jay
Motivator Diri Sendiri

3 Responses to Seandainya Fisik Pembalap Indonesia di Moto2 Bagus, Yakin Bisa Nangkring di 15 atau 10 Besar

  1. BOS CNC says:

    bukane karena banny aus?

    • Go Jay says:

      Sepertinya bukan Mas bro.. Masak cuma 6 – 8 udah aus aja,, apa lagi gaya balap atau cara bawa motornya nggak kayak pembalap Moto2 senior macam Espargo, Rabat, Reding yang sering masuk tikungan sambil sliding. CMIIW

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: