1DS, Tempat Perawatan dan Perbaikan Apparel Branded

img-20160831-wa0017Hobi jadi profesi. Pasti banyak banget dari kalian yang pengen jadiin hobi sebagai ladang rejeki. Soalnya nih, rasanya bukan kayak kerja pada umumnya, mungkin rasanya seperti main yang dibayar.

Seperti pemuda kelahiran Jakarta,  2 Agustus 1981 yang punya nama lengkap Aditya Wahyu Utama ini. Selain hobi main motor, lelaki yang kerap dipanggil Bang WU ini juga hobi membeli, mengkoleksi dan merawat helm.

Read more of this post

Advertisements

Kenapa NHK Di PRJ Gak Boleh Difoto

Teringat ulasan artikel Bro Taufik beberapa waktu lalu yang menuliskan bawa helm NHK di booth di arena PRJ gak boleh di photo. Lah kok gitu yah.? Ada apa gerangan..?

Hari ini gw dapet jawabannya dari mulut orang NHK sendiri alasan mengapa produk-produk mereka gak boleh di foto.

Cerita punya cerita, ternya hal itu dilakukan NHK untuk melindungi model dan desain produk mereka dari penjiplakan alias Plagialisme produsesn helm lain.

Maksudnya.? Read more of this post

Helm MDS Buat Para Slankers

Beralih grafis dari kartun ke grup band? Ehhhmmm, langkah baru nih..

Memang selama ini yang banyak ditemukan di helm-helm yang beredar di pasaran, selalu dihiasi dengan desain grafis kartun. Seperti Tazmania, Bugs Bunny dan banyak lagi. Keren sihh.. Tapii buat yang merasa sebagai bikers tulen cocok gak yah..? yaa tergantung selera masing-masing lah, Boss.. Read more of this post

Reevu Ngeluarin Helm Dengan Kaca Spion

Bro en Sis, lagi panas-panasnya isu masalah helm yang kudu berlogo SNI, produsen helm asal negeri Pangeran Charles, Inggris, Reevu, ngeluarin helm pake kaca spion.

Kepikiran gak gimana jadinya kalo helm pake kaca spion? kayak kepala kupu-kupu dunk, ada sungut nya. hehehe.
Read more of this post

1 April 2010 Wajib Helm SNI Diberlakukan

Helm SNI

Wajib helm ber SNI akan segera dilaksanakan pada 1 April besok. Peraturan ini bukan hanya ditujukan kepada para bikers dan boncenger semata, namun mereka yang membawa kendaraan roda empat atau mobil tanpa rumah-rumah atau tanpa atap kabin (biasanya mobil yang masih dalam proses perakitan bodi) pun diwajibkan menggunakan helm SNI.

Seperti ditentukan dalam undang-undang No. 22 tahun 2009 tentang lalu lintas dan angkutan jalan pasal 106 ayat 8. Bagi yang melanggar peraturan ini akan dikenakan pidana kurungan paling lama 1 (satu) bulan atau denda sebesar Rp 250.000.

Salah satu tujuan dari penetapan dan pelaksanakan peraturan yang tertuang dalam undang-undang No. 22 tahun 2009 ini merujuk pada usaha meminimalisasi dampak kecelakaan sepeda motor, terutama pada bagian kepala.

Merujuk pada peraturan ini juga mewajibkan perusahaan dan importir yang memproduksi dan memperdagangkan helm di dalam negri untuk memenuhi persyaratan SNI. Helm yang memenuhi Standar Nasional Indonesia bebarti telah memenuhi persyaratan material dan konstruksi serta lolos berbagai pengujian.

Helm SNI

Ya, semua ini demi keselamatan para pengendara motor yang memiliki potensi kecelakaan paling besar dan untuk menghindari cidera kepala lebih parah yang berdampak pada kematian. Hingga saat ini angka kecelakaan yang dan kematian karena kecelakaan di jalan raya masih sangat memperihatinkan, karena jumlahnya terus meningkat dari tahun ke tahun.

Namun kenyataannya, pemberlakukan Standar Nasional Indonesia masih menjadi perdebatan di masyarakat yang mengarah pada bagaimana dengan helm yang sudah ada tanpa emboss logo SNI dan hanya tertera logo DOT, JIS atau Snell. Apakah helm ini akan dilenyapkan?

Seperti dikutip dari tabloid Motor Plus edisi 17-23 maret 2010, pengacara dari Lembaga Bantuan Hukum Jakarta, Eddy H. Gurning, mengatakan “Pemerintah wajib menyediakan lembaga atau institusi yang bisa memberikan legalitas kepada helm yang dibeli sebelum aturan SNI diberlakukan.”

Logo SNI

Senada dengan pengacara Eddy H. Gurning, Pengurus IMI DKI bidang Wisata Mobil dan Motor, Supriyono, saat berjumpa dengan wartawan GilaMotor.com mengatakan, “Pemerintah harus mempunyai suatu cara agar masyarakat yang memiliki helm tanpa embos SNI tetap bisa digunakan dengan menyediakan badan atau lembaga atau apapun dari pemerintah yang mensyakan helm yang tidak berembos SNI tapi layak digunakan yang tentunya dengan proses tertentu. Hal ini bertukuan untuk memberi rasa keadilan kepada para produsen helm dan masyarakat yang rasanya cukup lumayan bahkan berat untuk sebagian kalangan mengeluarkan uang sekian ratus ribu untuk mengganti helm nya” jelasnya.

“Namun biar bagaimanapun penggunaan helm dengan SNI wajib dilaksanakan mengingat program ini juga untuk meminimalisasi dampak kecelakaan yang berdampak fatal pada kelapa pengendara,” tambahnya.

Helm dari Kulit Manusia

Helm dari bahan fiber dan resin? itumah biasa. Helm dengan membran elastis dan pelumas, itu baru luar biasa.

Takbisa dipungkiri bahwa menggunakan helm jauh lebih baik dari pada tidak sama-sekali. Bahkan helm kini merupakan perlengkapan standar berkendara yang haru dipenuhi para biker. Bahkan penggunaan dan standarisasi helm kini diatur dalam undang-undang lalu lintas. Tak hanya di Indonesia, hampir diseluruh dunia telah memberlakukan hal serupa.

Meski demikian, efek fatal kecelakaan meski telah menggunakan helm masih banyak terjadi, terutama untuk melindungi kepala dari beban puntir saat kecelakaan atau sering disebut intracerebral.

Intracerebral sering terjadi ketika biker terjatuh. Saat kepala membentur badan jalan, trotoar dan benda lain yang bersifat keras dan kokoh dapat membuat kepala ikut berputar bersama helm. Saat kondisi ini terjadi, otak tak mampu beradaptasi ketika tengkorak kepala terpuntir. Pasalnya pergeseran ini terjadi sangat cepat dan singkat, hanya dalam hitungan milidetik.

Hal itulah yang mengakibatkan kemungkinan terjadinya pergeseran saraf dan pembuluh darah. Hal ini sangat berpotensi menjadikan biker menderita cacat atau bahkan kematian.

Berdasarkan kondisi ini, produsen helm berlebel Lazer mengembangkan sebuah teknologi pada helm untuk memperkecil dampak intracerebral pada biker. Lazer mengkalaim bahwa helm nya mempu memberikan pencegahan hingga 70 persen.

Lazer Helmets didisain dengan lapisan permukaan luar yang lentur dan elastis layaknya kulit manusia. Adalah SuperSkin, material pelapis bagian luar helm yang berupa membran elastis. Sementara pada bagian dalamnya disuntikan cairan semacam pelumas yang berfungsi untuk melawan efek puntir saat terjadi benturan keras.

Dengan disain ini, setidaknya cedera akibat efek beban puntir pada tengkorak akan tereliminir karena telah tereduksi oleh pergerakan kulit luar helm. Singkatnya, ketika terjadi benturan seperti cerita di atas, maka efek putaran tengkorak akan tereliminir karena telah tereduksi oleh pergerakkan ‘kulit luar helm’.

Hal ini tentu menimbulkan banyak pertanyaan “Apakah alat ini benar-benar bekerja secara efektif?”. Philips Helmets Limited, sebuah perusahaan Inggris yang membuat Lazer Helmets, telah melakukan riset selama 15 tahun untuk temuannya tersebut.

Bahkan untuk mendapatkan pembuktian hasil research nya, mereka mengirim hasil karya mereka ke Universitas Louis Pasteur Strasbourg untuk pengujian independen. Hasilnya, Lazer Helmets mampu mengurangi 67,5 persen terjadinya intracerebral.