Cepat Sembuh, Sayang – 2013

Suhu badannya meninggi, gemetar, tangannya mendekap berusaha menghangatkan diri. Tubuhnya yang semakin kurus meringkuk mengusir rasa dingin yang mencengkeram, meski cuaca di luar sedang panas panasnya.

Aku hanya bisa menutupi tubuhnya dengan selimut tebal dan tumpukan bantal, agar hawa dingin yang ia rasa segera sirna. Aku tak tahu sedingin apa, tapi dari gemetar tubuhnya, mungkin seperti di puncak semeru tanpa jaket dan sepatu.

Sesekali ku peluk tubuhnya yang panas hingga tubuhku berkeringat. Aku yakin, hawa tubuh yang ku salurkan bekerja lebih baik dari tumpukan selimut dan bantal. “Sayang, kamu baik-baik saja..?” tanya ku dengan nada datar. Read more of this post